Artikel kimia B 2008 UPI's Blog

Argit Muktiawan (0800566) Minyak Tumbuhan Versus Minyak Hewani

Posted on: June 22, 2009

Di negara Indonesia mungkin kita sering memakan makanan khas daerah masing-masing. Salah satunya kita sering memakan nasi uduk yang lengkap ditambah dengan irisan daging ayam, telur dadar, dan taburan bawang goreng. Mungkin kita tidak pernah menyadari betapa banyaknya kita mengkonsumsi minyak tumbuhan. Menu diatas tadi tidak terlepas dengan penggunaan minyak tumbuhan, karena semua lauk yang ditambahkan harus melalui proses penggorengan terlebih dahulu. Dan menu diatas tidak mungkin ada dalam daftar makanan Indonesia seandainya negara kita tidak kaya akan produksi kelapa dalam jumlah besar.

Biji-bijian seperti biji bunga matahari, olive (zaitun), dan kacang kedelai merupakan salah satu bahan baku untuk proses pembuatan minyak tumbuhan. Minyak dari tumbuh-tumbuhan ini tidak hanya dipakai untuk memasak, tapi juga untuk bahan dasar kosmetik dan bahkan bahan bakar kendaraan bermotor.

Setelah mendapatkan bahan baku seperti diatas, pengolahan minyak tumbuhan dapat dimulai dengan proses cold pressed , expeller pressed , refined, unrefined, dan solvent extracted. Cold pressed merupakan proses pengolahan minyak tumbuhan tahap awal yaitu menggunakan cara mekanis dengan menggunakan suhu kurang dari. Suhu rendah ini bertujuan untuk menjaga agar minyak dapat mempetahankan keadaan alaminya. Expeller pressed adalah cara mekanik untuk mendapatkan ekstrak alamiah dengan suhu sekitar  yang diproduksi oleh tekanan hidrolis. Refined yaitu proses pendinginan sampai  lalu dideodorisasi untuk menghilangkan bauyang berasal dari bahan baku tadi. Unrefined merupakan proses mekanis untuk menyaring bahan tumbuhan tadi menjadi minyak tumbuhan yang berkualitas. Selain cara mekanik ada juga cara kimiawi yaitu dengan menggunakan solvent (pelarut Organik). Cara pengekstraksian  dengan proses kimiawi ini merupakan cara yang paling ekonomis karena membutuhkan modal sedikit dengan hasil yang banyak.

Dengan meningkatnya tingkat sadar gizi di masyarakat, minyak tumbuhan merupakan pilihan utama untuk dikonsumsi sebagai pengganti lemak hewan. Ini dapat kita lihat dengan meluasnya penggunaan margarin sebagai pengganti mentega. Dimanana margarin terbuat dari bahan nabati dan mentega terbuat dari bahan hewani.

Salah satu minyak hewani adalah minyak ikan. Minyak ikan memang mengandung DHA tinggi yang baik untuk kerja otak kita, tetapi struktur minyak ikan yang kaya akan ikatan ganda membuatnya mudah teroksidasi dan rusak sehingga mudah berbau amis. Minyak ikan yang tidak alami atau tidak melalui proses pemurnian akan mengakibatkan minyak ikan banyak mengandung zat-zat beracun seperti dioksin dan merkuri yang dapat merusak tubuh kita.

Akan tetapi tidak menutup kemungkinan bahwa minyak tumbuhan juga memiliki sisi negatif. Banyak sekali minyak tumbuhan yang sampai pada tangan kita melalui proses hidrogenasi. Proses hidrogenasi ini merupakan proses perubahan struktur kimia cis menjadi struktur kimia trans dengan meniupkan gas hidrogen yang suhunya sangat panas dengan bantuan logam nikel sebagai katalisnya. Struktur cis merupakan isomer geometri pada hidrokarbon rangkap dua, dimana cabang yang sama terletak sejajar dan struktur trans merupakan isomer geometri pada hidrokarbon rangkap dua, dimana cabang yang sama terletak bersebrangan. Struktur rantai trans ini  membuat minyak tersebut menjadi kurang reaktif dan tidak mudah berubah walaupun digunakan untuk menggoreng berkali-kali dan juga tidak mudah teroksidasi walaupun disimpan cukup lama. Lemak atau minyak yang berstruktur trans ini bersifat karsinogenik.

Margarin yang secara umum dianggap lebih sehat bisa saja lebih berbahaya dibandingkan mentega. Walaupun margarin terbuat dari bahan-bahan tumbuhan karena melewati proses hidrogenasi akan mengakibatkan minyak tumbuhan lebih berbahaya daripada minyak hewani. Dan ditinjau dari segi kandungan lemaknya margarin jauh lebih baik daripada mentega, di lain pihak margarin justru lebih berbahaya bagi kesehatan daripada margarin karena strukturnya yang karsinogenik.

Autobiografi

Argit Muktiawan

Argit Muktiawan

Pada tanggal 13 Agustus 1990 di sebuah desa yang tentram dan sejahtera, terdengar suara tangisan bayi yang sangat merdu bergeming ditelinga.  Ternyata suara tangisan itu menghantarkan lahirnya seorang bayi polos mungil nan lucu di istana yang megah dan kokoh. Sang ratu (ibu saya) dan sang Raja (ayah saya) sangat terharu gembira melihat seorang pangeran (yaitu saya) lahir kedunia ini, tepatnya di Negara Indonesia.

Di jaman itu sang raja terkenal dengan kepiawannya bermain gitar dan para masyarakat sering menyapa dengan sebutan “sang Raja Gitar”.  Apakah anda tahu?, karena  nama raja itu adalah AYI (Nama bapak saya) dan sering disebut “RAJA GITAR” maka munculah ide untuk menamai sesosok pangeran tampan tersebut dengan nama “Argit Muktiawan”. Dimana nama Argit itu berasal dari singkatan Ayi Raja Gitar.

Pangeran tersebut tumbuh kembang di jalan Wastukencana GG.Nangkasuni RT 01 / RW 18 No.91/24a Kelurahan Taman Sari Kecamatan Bandung Wetan kode pos 40116. Setelah pangeran tersebut berusia 5 tahun, raja dan ratu pun menyekolahkan saya di SDN Sayuran (mungkin terdengar aneh, kok  “Sayuran”… tapi ya seperti itulah). SD tersebut berada di daerah Cibeureum (karena pada saat usia 3 tahun saya pindah ke Cibeureum). Sampai naik kelas 3 akhirnya keluarga harmonis nan bahagia itu hijrah kembali ke Wastukencana dan menyekolahkan pangerannya di SD yang sangat berkualitas yaitu SDN Padjadjaran. Pada tahun 2002 pangeran lulus dari SD Padjadjaran dan melanjutkan ke SMPN 40 Bandung. Setelah melewati proses belajar selama 3 tahun akhirnya ia lulus pada tahun 2005 dan melanjutkan ke BUMI INDAH PURAGABAYA, yaitu suatu sekolah menengah atas yang menjadi saksi masa-masa remaja pangeran tersebut. Di SMA Puragabaya pangeran mulai memahami artinya sebuah persahabatan karena ketika masuk kelas 1 pangeran mempunyai teman-teman yang begitu solid, humoris, dan kompak sehingga pangeran merasa sangat rindu untuk  kembali ke masa-masa remajanya. Ketika kelas 1 pangeran Argit bergabung dengan ROHIS PURAGABAYA dimana ekstrakurikuler tersebut merupakan wadah atau sarana bagi siswa untuk bisa memahami islam lebih jauh dan juga bisa mengeluarkan bakatnya dalam bidang nasyid. Pada saat kelas 3 pangeran berada di kelas 3IPA2 dan mempunyai wali kelas yang begitu mengayomi murid-muridnya  yaitu bu Tati Rohaeti S.Pd. (Terima kasih atas jasamu guruku). Ibarat gunung sudah ku daki dan lautan sudah ku arungi akhirnya tiga tahun belajar di Bumi Indah Puragabaya pun sudah ku lewati.

Pada tahun 2008 akhirnya pangeran lulus dari SMA Puragabaya, karena sejak dari kecil ia bercita-cita ingin bisa kuliah di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) maka pangeran mengikuti jalur PMDK. Pada bulan Mei pengumuman PMDK dibuka (akhirnya waktu-waktu mendebarkan pun dimulai) dan Alhamdulillah pangeran diterima di Jurusan Pendidikan Kimia FPMIPA UPI angkatan 2008 kelas B. Tanggal 3 Juli 2008 merupakan awal bertemunya pangeran dengan mahasiswa-mahasiswa hebat, karena  hari itu merupakan awal registrasi untuk menjadi mahasiswa jurusan Pendidikan Kimia dan memulai perkenalan dengan mahasiswa kimia FPMIPA UPI.

Pada pertengahan Juli para mahasiswa baru jurusan pendidikan kimia sudah mulai merasakan  “Ospek Jurursan”. Dalam ospek jurusan pangeran dan teman yang lainnya  disuruh membuat buku dengan sampul merah putih yang berisi sejarah berdirinya BEM HMK, lambang BEM HMK, hymne kimia, dll. Lalu masih ada “MIMOSA” untuk ospek kampus. Dimana para mahasiswa baru harus membawa tugas-tugas aneh yang memang sudah menjadi tradisi para mahasiswa. Setelah perkuliahan dimulai pangeran dan temannya  masih harus menghadapi MABIM dan LKM agar kami bisa menjadi anggota biasa mahasiswa jurusan pendidikan kimia.

Tapi, masa-masa ketawa bersama, malu bersama, semangat bersama, sudah pangeran lewati bersama. Dan memulai perkuliahan di hari-hari yang penuh semangat akan kebutuhan ilmu yang diperlukan. Hingga akhirnya pangeran dapat mengikuti mata kuliah bahasa Indonesia dengan dosen paling hebat dalam mengajari para mahasiswanya yaitu bu Suci Sundusiah. Karena bu Suci mengajar para mahasiswanya tanpa beban dan selalu memberikan keceriaan kepada seluruh mahasiswa kelas kimia B’08 sehingga kami dapat menikmati apa yang diajarkan oleh bu Suci Sundusiah yang salah satunya adalah pembuatan artikel ini. Sekali lagi terima kasih…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog Stats

  • 27,102 hits

halaman

Pages

June 2009
M T W T F S S
« May    
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
2930  
%d bloggers like this: