Artikel kimia B 2008 UPI's Blog

Ari Raharja (0800396) – Fenomena Ikatan Hidrogen

Posted on: June 9, 2009

Fenomena Ikatan Hidrogen

Titik didih suatu senyawa biasanya meningkat seiring dengan bertambahnya bobot molekulnya. Kita ambil contoh misalnya gas metana (CH4) yang mempunyai bobot molekul 16,04 gram.mol-1, mempunyai titik didih lebih rendah dari asam klorida (HCl), yang mempunyai bobot molekul 36,46 gram.mol-1. Hal ini disebabkan karena semakin tinggi bobot molekul suatu senyawa, maka akan dibutuhkan energi yang lebih besar untuk memutuskan ikatan intermolekulnya. Sebagai analogi, kita bisa mengambil contoh gajah dan kambing. Kita dengan mudah dapat memindahkan kambing dari suatu tempat ke tempat yang lain, karena bobot kambing tersebut tidak begitu berat. Lain halnya jika kita bermaksud untuk memindahkan seekor gajah. Kita akan membutuhkan energi jauh lebih banyak untuk melakukannya, jika dibandingkan untuk memindahkan seekor kambing.

Akan tetapi terjadi pengecualian pada tiga senyawa, yaitu amonia (NH3), asam florida (HF) dan air (H2O). Kita ambil contoh senyawa yang sangat dekat dengan kehidupan kita, yaitu air (H2O). Air yang mempunyai bobot molekul 18,02 gram.mol-1, mempunyai titik didih yang lebih tinggi daripada asam sulfida (H2S), yang memiliki bobot molekul 34,08 gram.mol-1. Jika kita berpijak pada teori yang disebutkan di awal artikel, maka seharusnya asam sulfida (H2S) akan mendidih pada suhu yang lebih tinggi daripada air (H2O). Akan tetapi pada suatu percobaan, air mendidih pada suhu 100oC, sedangkan asam sulfida mendidih pada suhu kurang dari 100oC.

Setelah dilakukan penelitian yang panjang dan teliti, ditemukan penjelasan yang logis tentang keanehan tersebut. Ternyata di dalam air (H2O), terdapat sebuah ikatan yang disebut ikatan hidrogen. Ikatan hidrogen adalah ikatan yang terjadi antara atom hidrogen dengan atom yang sangat elektronegatif, yaitu flour (F), nitrogen (N) dan oksigen (O), yang mana dalam kasus air (H2O), terjadi ikatan antara atom hidrogen dengan atom oksigen. Ikatan ini memiliki gaya intermolekul yang agak kuat, dengan energi sekitar 15 sampai 40 kJ.mol-1, sehingga dibutuhkan energi yang cukup besar untuk memutuskan ikatan intermolekulnya. Hal inilah yang membuat air (H2O) memiliki titik didih yang lebih tinggi daripada asam sulfida (H2S).

Autobiografi Penulis

Ari Raharja

Ari Raharja

Ari Raharja dilahirkan di Kota Payakumbuh, Provinsi Sumatera Barat, pada tanggal 11 Maret 1990, merupakan anak ketiga dari empat bersaudara dari pasangan Ayahanda Burdah Rohidin dan Ibunda Sunengsih. Pendidikan formal pertama yaitu di Taman Kanak-kanak Aisyiah Payakumbuh pada tahun 1995 – 1996, kemudian dilanjutkan di Sekolah Dasar Negeri 17 Payakumbuh pada tahun 1996 – 2002. Setelah menyelesaikan studi di sekolah dasar, Ari Raharja melanjutkan studi di Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Payakumbuh pada tahun 2002 – 2005.  Pada tahun 2005 – 2008, melanjutkan studi di Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Payakumbuh. Kemudian pada tahun 2008, diterima di Universitas Pendidikan Indonesia  melalui jalur Penelusuran Minat Dan Kemampuan (PMDK) dan terdaftar sebagai mahasiswa Jurusan Pendidikan Kimia, Fakultas Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam.

Berbagai prestasi yang pernah diraih meliputi akademik dan nonakademik. Prestasi di bidang akademik yaitu juara kelas dan juara umum di SMP dan SMA. Pada tahun 2005, Ari Raharja menjadi 10 besar finalis lomba fisika tingkat SMP se-Sumatera Barat. Di tahun yang sama, Ari Raharja meraih juara 2 lomba Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam SMP tingkat Kota Payakumbuh. Masih di tahun yang sama, Ari Raharja menyandang gelar juara 1 lomba Cerdas Cermat SMP tingkat Provinsi Sumatera Barat, bersama rekan – rekan sejawatnya. Di tahun berikutnya, Ari Raharja meraih juara IV Olimpiade Kimia tingkat Kota Payakumbuh dan melaju ke Olimpiade Sains Kimia tingkat Provinsi Sumatera Barat, namun tidak lolos ke tingkat Nasional. Di tahun berikutnya kembali mencoba, dan meraih juara 1 pada tingkat Kota Payakumbuh, lalu lanjut ke tingkat Provinsi Sumatera Barat untuk yang kedua kali, namun tetap belum lolos ke tingkat Nasional. Tahun 2008 Ari Raharja berhasil meraih juara VII lomba matematika tingkat SMA se-Sumatera Barat dan di penghujung masa SMA, Ari Raharja berhasil menjadi 12 besar calon penerima beasiswa kuliah Strata 1 (S1) ke Jepang se-Indonesia, yang di selenggarakan oleh perusahaan Jepang yang bernama Mitsui-Bussan, namun gagal pada tes akhir wawancara. Sedangkan di bidang nonakademik yaitu menjadi finalis lomba mewarnai tingkat Nasional pada tahun 1995, yang diadakan di Jakarta.

Sekarang Ari Raharja sedang menempuh perkuliahan di Jurusan Pendidikan Kimia Universitas Pendidikan Indonesia dan aktif dalam Himpunan Mahasiswa Kimia (HMK) sebagai staf akademik.

7 Responses to "Ari Raharja (0800396) – Fenomena Ikatan Hidrogen"

hmmm…
artikelnya mengandung banyak ilmu…
bagus…

mudah mudahan bermanfaat bagi banyak orang

I like this posting, it adds my knowledge.
thank’s for u,Ary Raharja

great. . . .,
I like your profile….

visit…

……

thanks

Mas Ari maaf Nama saya Fadjar, kalau Papanya Alumni SPMA Padalarang, Bandung, pernah tugas di Kab Kab 50kota, tolong kasihkan No. HP saya ini 08129939220. Saya sahabatnya di sekolah dulu. sdh lama loss contact. trims, wass wrwb.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog Stats

  • 27,102 hits

halaman

Pages

June 2009
M T W T F S S
« May    
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
2930  
%d bloggers like this: