Artikel kimia B 2008 UPI's Blog

Ika Purlistyani (0807600) – Reaksi Asam Basa dalam Lambung

Posted on: June 5, 2009

Reaksi Asam Basa dalam Lambung

Kesibukan menjadi mahasiswa mulai dari kuliah hingga kegiatan himpunan, menuntut adanya mobilisasi yang tinggi. Bahkan tak jarang karena mobilisasi itu sampai melupakan hal yang sangat kecil seperti makan. Akibatnya, tak sedikit orang yang mengeluhkan sakit pada perutnya karena kelalaiannya mengonsumsi makanan. Penyakit yang menjadi tren saat ini adalah penyakit maag.

Penyakit maag disebabkan karena kelebihan asam lambung. Seperti yang sudah diketahui bahwa lambung manusia mengandung asam klorida (HCl). Kandungannya mencapai 0,1 mol H+ per liter larutan dan berfungsi untuk membantu proses pencernaan. Tanpa adanya asam klorida ini, tentunya zat-zat makanan tidak akan tercerna sempurna sehingga zat gizi tidak akan terserap secara optimal.

Asam klorida ini bersifat korosif namun keberadaannya di dalam tubuh tidak akan merusak organ pencernaan karena lambung memiliki lapisan mukosa. Asam lambung dihasilkan secara  rutin oleh tubuh dan tetap dihasilkan walaupun saat kita sedang tidur. Sebenarnya,penyebab sakit maag karena produksi asam lambung yang berlebih. Saat di dalam lambung kita tidak ada makanan yang bisa dicerna, asam lambung ini akan mencerna dindingnya sendiri. Akibatnya akan terasa sangat perih saat kita merasakan maag.

Namun,perkembangan di dunia farmasi telah memberikan jalan keluar bagi penderita sakit maag ini. Dengan prinsip reaksi asam basa penyakit maag dapat teratasi. Seperti yang sudah diketahui bahwa asam dapat dinetralkan dengan basa. Oleh karena itu,obat yang cocok untuk penderita maag adalah obat yang bersifat basa. Biasanya basa yang digunakan adalah basa lemah yang mengandung zat aktif alumunium hidroksida, magnesium hidroksida dan kalsium juga ditambahkan simetikon yang dapat mengurangi kelebihan gas.

Efek samping dari penggunaan alumunium hidroksida sebagai zat aktif dapat menyebabkan sembelit sedangkan magnesium hidroksida dapat menyebabkan diare. Sehingga kedua zat aktif ini sering dikombinasikan untuk untuk mengurangi efek sampingnya. Penggunaan obat buatan memang memberikan efek yang kurang baik bagi tubuh. Oleh karena itu, perlu dikembangkan obat herbal yang bisa mengatasi penyakit maag namun dengan efek samping yang kecil.

Salah satunya adalah kunir  yang terbukti mampu mengatasi penyakit maag. Kandungan utamanya yang  kurkuminoid yang terdiri dari kurkumin , demetoksikurmin dan bisdesmetoksikurmin dan zat- zat manfaat lainnya. Kandungan Zat:

  1. Kurkumin : R1 = R2 = OCH3 10 %
  2. Demetoksikurmin : R1 = OCH3, R2 = H 1 – 5 %, ,
  3. Bisdemetoksikurkumin: R1 = R2 = H
  4. Minyak atsiri / Volatil oil (Keton sesquiterpen, turmeron, tumeon 60%, Zingiberen 25%, felandren ,sabinen , boreneol dan sineil ) Lemak 1 -3 %, Karbohidrat 3 %, Protein 30%, Pati 8%, Vitamin C 45-55%, Garam-garam mineral (zat besi, fosfor, dan kalsium) sisanya.

Prinsip kerja kunir sama dengan obat maag lainnya,yaitu dengan penetralan asam pada lambung karena kunir ini juga bersifat basa. Cara mengobatinya dengan menggunakan kunir sebanyak tiga  ibu jari kemudian diparut dan diambil airnya. Dicampurkan  kuning telur ayam kampung satu butir dan tambahkan satu sendok makan madu. Kemudian diaduk dan diminum dan dilakukan secara rutin.

Rupanya, obat sakit maag dapat dengan mudah ditemukan disekitar kita dan prinsip kerjanya pun sederhana yakni reaksi asam basa. Namun,alangkah baiknya jika kita menjaga tubuh kita agar tidak terkena penyakit maag dengan tidak menunda-nunda makan. Karena yang akan merasakan sakitnya adalah diri kita sendiri dan tentunya akan menghambat kita untuk beraktifitas. Selain itu menjaga kesehatan adalah bentuk rasa syukur kita kepada Allah. Jadi,katakan  tidak untuk menunda makan.

referensi :

Blog Stats

  • 27,102 hits

halaman

Pages

June 2009
M T W T F S S
« May    
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
2930  
%d bloggers like this: