Artikel kimia B 2008 UPI's Blog

Risma Yulistiana (0800344)-Pisang: Si Manis yang Berfluoresensi

Posted on: June 4, 2009

Pisang: Si Manis yang Berfluoresensi

Fluoresensi yang belum ditemukan pada tanaman atau buah manapun ini berasal dari produk-produk penguraian klorofil yang di dalam buah pisang memerlukan waktu lebih lama dibandingkan buah lainnya untuk dikonversi menjadi senyawa-senyawa yang tidak berwarna.

Pisang (Musa spp.) adalah salah satu buah favorit penduduk dunia. Selain bernutrisi tinggi, pisang juga memiliki rasa yang lezat. Bahkan, pisang diklaim mampu mengobati berbagai penyakit. Allah swt. pun memberikan keajaiban lain pada buah manis ini. Pisang adalah buah pertama yang dapat berfluoresensi (berpendar) yang sejauh ini dapat ditemukan manusia. Mungkinkah kita dapat glow in the dark futuristik yang terbuat dari buah pisang? Jawaban atas pertanyaan ini adalah tentu saja mungkin. Apa lagi pisang lebih ramah lingkungan dibandingkan material sintesis lainnya dan semboyan back to nature semakin sering digaungkan oleh para aktivis lingkungan hidup.

Buah yang berwarna kuning ini bersinar biru terang jika disinari ultraviolet. Intensitas pancaran sinar biru terang ini mencapai puncak pada saat buah pisang mencapai kematangan yang sempurna untuk dimakan. Komunitas kimia Austria pun terkejut akan hasil riset ini.

Tim riset pimpinan Bernhard Krautler dari Universitas Innsbruck Austria menemukan fenomena ini pada saat sedang mencari senyawa-senyawa yang bertanggung jawab terhadap timbulnya warna kuning pada kulit pisang. Mereka mencelupkan pisang-pisang segar ke dalam nitrogen cair untuk mengekstrak dan menganalisisnya menggunakan instrumen High Performance Liquid Chromatography (HPLC), yaitu suatu instrumen analitis yang dapat memisahkan campuran ke dalam komponen-komponen penyusunnya. Krautler mengungkapkan kepada Chemistry World bahwa tim risetnya terkejut karena beberapa di antara pisang tersebut memancarkan sinar biru terang yang belum pernah ditemukan pada riset-riset sebelumnya.

Kita dapat menjelaskan fluoresensi dengan bahasa yang sederhana. Tanpa pemberian sinar ultraviolet, elektron-elektron dalam atom-atom yang menyusun buah pisang hanya mampu bervibrasi, berotasi, dan bertranslasi. Pemberian sinar ultraviolet menyebabkan elektron-elektron tersebut memiliki energi yang cukup untuk melakukan aktivitas yang lebih tinggi berupa eksitasi, yaitu perpindahan elektron-elektron ke kulit atau subkulit yang memiliki tingkat energi yang lebih tinggi. Misalnya, elektron-elektron berpindah dari subkulit 2s ke 3s, 4s, 4d, 4f, atau bahkan ke kulit tak terhingga. Setelah melalui tahap eksitasi, elektron-elektron tersebut kembali ke keadaan dasarnya (ground state) seperti sebelum disinari ultraviolet. Aktivitas ini disebut relaksasi. Pada saat relaksasi inilah elektron-elektron memancarkan energi berupa cahaya yang dipendarkan. Sesungguhnya, fluoresensi adalah implikasi dari relaksasi elektron-elektron berupa pendaran cahaya. Hal yang sama juga terjadi pada glow in the dark, glowstick, tongkat polisi lalu lintas, dan benda-benda lain yang dapat berpendar dalam gelap.

Fluoresensi yang belum ditemukan pada tanaman atau buah manapun ini berasal dari produk-produk penguraian klorofil yang di dalam buah pisang memerlukan waktu lebih lama dibandingkan buah lainnya untuk dikonversi menjadi senyawa-senyawa yang tidak berwarna. Krautler dan rekan-rekannya pun menyelidiki kulit-kulit pisang yang masak secara alami dan masak dengan bantuan manusia di bawah sinar ultraviolet. Hasilnya, mereka menemukan pancaran sinar biru terang pada keduanya.

Klorofil penyerap cahaya bertanggung jawab terhadap warna buah pisang. Klorofil berfungsi untuk mengontrol pertumbuhan dan memberikan warna hijau pada buah pisang yang belum masak. Namun, jika sudah masak dan siap untuk dimakan, klorofil terurai dengan cepat dan perannya digantikan oleh karotenoid yang berwarna kuning sehingga  buah pisang yang telah masak tidak lagi berwarna hijau, tetapi berwarna kuning.

Selain peran yang telah disebutkan di atas, mungkin masih banyak peran lain yang dimiliki oleh fluoresensi pisang. Krautler berspekulasi bahwa di bawah sinar matahari langsung, fluoresensi biru berkontribusi bagi warna kuning terang yang khas bagi pisang serta memudahkan hewan-hewan pemakan pisang untuk menemukan dan memakannya. Philip Rea dari Universitas Pensylvania juga terkejut dengan penemuan ini. Namun, Rea kurang yakin dengan peran senyawa ini di alam. Menurut  Rea, banyak hewan pemakan pisang yang mencari makan di malam hari lewat indra penglihatan yang tidak berkembang sesempurna manusia, misalnya kelelawar buah. Sementara itu, hewan lain menemukan pisang lewat penciuman atau jarak pandang yang sempit. Jadi, menurut Rea, fluoresensi pisang tidak berperan dalam memudahkan hewan-hewan pemakan pisang untuk menemukan makanannya.

Kimiawan lain berspekulasi bahwa senyawa-senyawa fluoresensi  biru ini memegang peran biologis, misalnya mengkatalisis reaksi-reaksi tertentu atau  melindungi pisang dari sinar ultraviolet yang menjaga buah pisang tetap segar dalam waktu yang lebih lama. Tim Krautler masih terus melakukan riset dan saat ini beralih ke buah-buah lain yang memiliki gejala serupa dengan pisang.

Wallahu a’lam bish shawab.

Referensi :

Autobiografi

Risma Yulistiana lahir di Madiun, Jawa Timur pada 2 Juli 1990 sebagai anak pertama dari dua bersaudara. Tumbuh dan menamatkan pendidikan hingga SMA di Kota Cilegon, Banten. Pada tahun 1996 menamatkan pendidikan Taman Kanak-Kanak di TK Al-Hidayah Pulo Merak. Kemudian, melanjutkan pendidikan dasar di SD Negeri Senter Merak pada tahun 1996. Namun, pada tahun 1997 pindah ke SD Negeri Cilegon II (IPK) karena mengikuti perpindahan orang tua hingga lulus pada tahun 2002. Pendidikan menengah pertama ditempuh di SMP Negeri I Cilegon dan lulus pada tahun 2005. Pada tahun 2008 menamatkan pendidikan menengah atas di SMA Negeri 1 Cilegon. Pendidikan yang sedang dijalani saat ini adalah Universitas Pendidikan Indonesia jurusan Pendidikan Kimia.

Pada tahun 2006-2007 diamanahkan sebagai koordinator Sekbid I OSIS SMA Negeri 1 Cilegon. Pada tahun yang sama juga diamanahkan sebagai Koordinator Humas ROHIS SMA Negeri 1 Cilegon, editor Klub Menulis SMA Negeri 1 Cilegon, anggota English Club, dan anggota RISMA Al-Muhajirin Cilegon.  Menjadi tutor kimia, matematika, dan bahasa Inggris adalah pengalaman organisasi lainnya.

Beberapa prestasi yang pernah diraih antara lain juara I Lomba Cerdas Cermat Agama Islam Kota Cilegon Tahun 2000, juara I Siswa Teladan Kota Cilegon Tahun  2001, Juara II Cerdas Cermat IPS Kota Cilegon Tahun 2001, Juara III Olimpiade Kimia Kota Cilegon Tahun 2007, dan Semifinalis English Debating Championship 2007.. Mengacu pada moto hidup I do the best, Allah does the rest, bercita-cita manjadi seorang ibu, pendidik, dan ilmuwan. Semuanya harus diraih dengan ilmu, ikhtiar, doa, dan tawakal.

Blog Stats

  • 27,102 hits

halaman

Pages

June 2009
M T W T F S S
« May    
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
2930  
%d bloggers like this: