Artikel kimia B 2008 UPI's Blog

Novianti Islahiah (0805920)-Radiasi: Pemberi Efek Berbahaya karena Sugesti

Posted on: June 4, 2009

Radiasi: Pemberi Efek Berbahaya karena Sugesti

”Jika dosis yang membahayakan jiwa digambarkan seumpama tingginya menara eifel, batas dosis untuk pekerja radiasi sama dengan tingginya orang dan batas dosis untuk masyarakat sama dengan tingginya batu bata”

Banyak orang awam merasa takut bila mendengar kata radiasi. Selintas mendengarnya, yang terbayangkan adalah efek-efek buruk yang mampu membuat masalah dalam kehidupan Ternyata efek dari radiasi sendiri tidak seperti yang kita takutkan. Berdasarkan penelitian ilmuwan, kebanyakan orang takut kepada radiasi kerena mereka kurang memahami makna radiasi. Secara umum, setiap benda atau situasi yang tidak dikenal adalah menakutkan. Namun setelah mengenal lebih jauh, setiap ketakutan yang tidak beralasan itu hilang. Begitupun dengan pemahaman orang terhadap radiasi. Ketika belum memahami makna radiasi, ketakutan pun muncul. Akan tetapi, kenyataannya radiasi banyak dimanfaatkan orang dalam bidang keilmuan. Pengaruhnya pun tidak seburuk yang dibayangkan.

Muncul pertanyaan di dalam benak kita, apakah radiasi itu? Pepatah mengatakan ”tak kenal maka tak sayang, tak sayang maka taaruf”. Radiasi adalah pancaran energi melalui suatu materi atau ruang dalam bentuk panas, partikel atau gelombang elektromagnetik/ cahaya (foton) dari sumber radiasi. Ada beberapa sumber radiasi yang sangat akrab dengan kita, contohnya adalah televisi, lampu penerangan, alat pemanas makanan, komputer, dan lain-lain. Selain benda-benda tersebut ada sumber-sumber radiasi yang bersifat unsur alamiah dan berada di udara, di dalam air atau berada di dalam lapisan bumi. Misalnya uranium dan thorium di dalam lapisan bumi; karbon dan radon di udara; tritium dan deuterium yang ada di dalam air.

Namun, manusia sendiri kadang tidak menyadari, radiasi yang terbesar adalah radiasi yang berasal dari penggunaan alat-alat yang erat kaitannya dengan keberlangsungan manusia di kehidupan. Untungnya radiasi tersebut masih dapat ditoleransi oleh sistem imun tubuh kita, rancangan Allah swt. Jangan merasa takut terlebih dahulu. Karena tidak semua radiasi membahayakan. Ada sebagian radiasi justru dimanfaatkan untuk dunia kedokteran, misalnya dalam hal rontgent. Meskipun begitu, tetap ada batasan untuk radiasi sendiri.

Jika kita membayangkan seberapa besarnya radiasi berpengaruh pada kesehatan, kita akan mengenal juga istilah dosis tinggi dan dosis rendah. Dosis tinggi ialah dosis seketika yang ratusan atau ribuan kali lebih tinggi daripada batas dosis, atau lebih. Misalnya sewaktu perang nuklir. Sedangkan dosis rendah adalah dosis alami yang diakibatkan oleh radiasi alam, atau dosis yang masih berada dalam jangkauan batas ambang.

Seketika kita langsung berasumsi, dosis besar pasti menyebabkan kematian langsung. Apakah asumsi tersebut benar?

Mari kita kaji berdasarkan kejadian yang tercatat sangat fenomenal dalam kehidupan. Sebut saja pengeboman yang dahsyat di kota Hiroshima dan Nagasaki pada tanggal 6 Agustus 1945. Sebagian populasi dari kedua kota itu terkena radiasi yang tergolong dosis tinggi. Hari itulah untuk pertama kalinya dijatuhkan bom atom yang selama ini belum pernah digunakan. Tiga hari kemudian, banyak orang di Nagasaki menghadapi nasib yang sama. Akan tetapi dosis yang tinggi itu tidak berakibat langsung pada kematian. Kemungkinan seseorang terkena radiasi yang dapat mematikan seketika adalah sangat kecil.

Dalam buku ”Radiasi dalam bahasa sehari-hari”mengungkapkan pula kemustahilan radiasi yang dapat mengakibatkan kematian langsung. Biasanya efek kematian itu ada waktu rentang terlebih dahulu. Seperti kebocoran nuklir di Chernobyl. Dikabarkan 31 orang terkena paparan dosis melebihi 4000 mSv, yang mengakibatkan kematian mereka. Ini adalah satu-satunya kecelakaan pada pembangkit tenaga nuklir yang menyebabkan manusia meninggal karena radiasi (1996:54).

Dosis di bawah seribu mSv tidak menimbulkan tanda-tanda sakit yang jelas. Seseorang yang terkena radiasi tidak akan merasakan pengaruhnya secara langsung. Karena radiasi tidak dapat terlihat langsung.

Jika dosis yang membahayakan jiwa digambarkan seumpama tingginya menara eifel, batas dosis untuk pekerja radiasi sama dengan tingginya orang dan batas dosis untuk masyarakat sama dengan tingginya batu bata. Dapat kita analisis, perbandingan dosis itu berarti sangat besar. Jadi tidak perlu ada kekhawatiran yang mendalam ketika kita melakukan suatu kegiatan yang berhubungan dengan alat elektronika yang mengeluarkan radiasi. Namun banyak orang yang menerangkan bahwa efek radiasi menyebabkan penyakit kulit atau pusing, bahkan mual dan sakit perut.

Jika kebanyakan mereka mengatakan hal yang demikian, ternyata hubungan antara gejala dan radiasi hanyalah bersifat psikologis. Rasa takut, prihatin, kurang pengetahuan, dan gelisah dapat menyebabkan tanda-tanda penyakit fisik sementara. Jika seseorang setelah terkena radiasi yang sedang-sedang mengalami tanda-tanda penyakit, ini bukan disebabkan oleh radiasi tapi oleh rasa takut terhadap radiasi. Inilah yang dinamakan sugesti.

Kadang-kadang sugesti inilah yang mampu menutupi rasio manusia. Walaupun tidak dapat dielakkan, radiasi pasti ada akibatnya. Baik dari yang dosis rendah sekalipun. Sehingga kita harus mampu meminimalisasi kontak antara kita dengan sumber radiasi itu. Bila digambarkan kita seperti terkurung dalam dunia yang penuh radiasi. Seperti makan buah simalakama. Setiap manusia, seperti seluruh alam semesta, mengandung zat radioaktif. Radioaktivitas adalah bagian dari alam, dan zat-zat radioaktif dalam tubuh kita adalah bagian dari kita. Jadi manusia sebenarnya tidak begitu banyak mengubah dunia bila dikaitkan dengan radiasi. Tinggal kita berpikir positif dalam kehidupan ini. Apa yang kita pikirkan positif, maka hasil positif pula yang akan kita dapatkan. Bukankah Allah akan memberikan sesuatu sesuai dengan prasangka hambanya?

***

Autobiografi

Novianti Islahiah, dilahirkan di Sukabumi, 29 November 1990. Pendidikan dasar ditempuh di kota kelahiran, tepatnya di SDN Lembursawah 1. Kemudian meneruskan pendidikan di MTs. YASTI 1 Cisaat, dan pendidikan jenjang SMA ditempuh di MA Negeri Cibadak Sukabumi. Memiliki animo yang sangat besar terhadap sains dan lingkungan, sehingga kini menempuh pendidikan S1 di jurusan Pendidikan Kimia UPI. Meskipun pertamanya lebih berminat pada bidang matematika. Tetapi, akhirnya memilih kimia dikarenakan matematika tidak berhubungan dengan laboratorium dan larutan.

Aktif dalam kegiatan intra maupun ekstrakurikuler. Beberapa pengalaman organisasi yang pernah dijalani antara lain, PRAMUKA Gudep 10101-10102 pada tahun 2004-2005 sebagai krani (sekretaris), OSIS MA Negeri Cibadak sebagai Ketua Bidang V (Kabid V): Keorganisasian Pendidikan Politik dan Kepemimpinan tahun 2005-2006, dan sebagai ketua II tahun 2006-2007. Serta aktif dalam KIR Avesina sebagai tutor matematika. Tergabung pula dalam grup seni MAN Cibadak sebagai koordinator degung (sebagai pemegang saron satu) dan anggota paduan suara. Dalam bidang kerohanian, diberi amanah sebagai wakil ketua keputrian tahun 2005-2006, serta menjadi anggota KHARISMA MAN Cibadak di bidang kaligrafi. Selain itu, tertarik pula dengan dunia tulis menulis. Tercatat sebagai anggota FLP Sukabumi sejak tahun 2006, meskipun sekarang sudah tidak produktif lagi. Meneruskan PRAMUKA di ambalan Inggit Garnasih sebagai Ketua tekpram (teknik kepramukaan). Sekarang memegang amanah sebagai staf departemen akademik BEM HMK FPMIPA UPI, dan tenaga pengajar bimbingan Excellent Privat. Memilih UKDM, dan Kopma sebagai aktifitas kesibukan lainnya selain kuliah.

Beberapa prestasi yang pernah diraih antara lain sebagai Juara II murid teladan se-kabupaten Sukabumi saat duduk di kelas V dan VI SD, Juara II Gelar Terampil PRAMUKA Se-kecamatan Cisaat, Peringkat VI Pekan Konfigurasi Kimia se-Jawa barat tahun 2006, Juara II Lomba Karya Tulis Ilmiah se-kota dan kabupaten Sukabumi tahun 2006 dan 2007, Juara III Lomba Menulis Resensi Perpustakaan Daerah Sukabumi tahun 2007, Juara I Lomba Menulis Puisi tahun 2007 saat Classmeeting, Penulis artikel terbaik versi KAMMI tahun 2007, Juara III Tutorial Writing Award UPI 2009, dan lain-lain.

Memiliki keinginan yang besar untuk berinovasi di bidang pendidikan dan teknologi, bercita-cita pula menjadi ahli kimia analitik tepatnya ingin menjadi koordinator laboratorium instrumen. Bermimpi untuk bisa kuliah di Sorbonne, Prancis. Dengan harapan semua mimpi dapat menjadi kenyataan.

Blog Stats

  • 27,102 hits

halaman

Pages

June 2009
M T W T F S S
« May    
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
2930  
%d bloggers like this: