Artikel kimia B 2008 UPI's Blog

Meri Mustikasari (0802868)-Rahasia Dibalik Plastik

Posted on: June 4, 2009

RAHASIA DIBALIK PLASTIK

Plastik sangat dekat dengan kehidupan kita. Tanpa kita sadari kita mengalami ketergantungan dengan bahan tersebut. Contoh nyata, ketika  berbelanja di suatu tempat, plastik menjadi barang yang sangat diperlukan. Bahkan wadah makanan dan minuman yang kita gunakan pun terbuat dari bahan plastik. Di balik semua itu, pernahkah kita membayangkan kandungan apa yang terdapat di dalam plastik?

Plastik merupakan bahan polimer sintesis (non-alamiah) yang sulit untuk terurai karena struktur rantai karbonnya sangat kuat. Butuh waktu berpuluh-puluh tahun untuk dapat menguraikan sampah plastik. Berdasarkan sifat dari plastik yang dapat dipanaskan, plastik terbagi ke dalam dua tipe yaitu tipe cokelat (thermoplastic) dan tipe biskuit (thermosetting). Tipe cokelat melunak atau meleleh apabila dipanaskan. Sedangkan tipe biskuit tidak dapat melunak atau meleleh apabila dipanaskan walaupun panasanya lebih dari 1000C. Plastik yang sering kita gunakan dalam kehidupan sehari-hari biasanya terbuat dari tipe cokelat karena mudah meleleh.

Plastik juga mengandung Bisphenol-A yang dapat merusak hormon didalam tubuh. Pada salah satu riset yang dilakukan di Amerika dibutuhkan bahwa 95% manusia telah menggunakan Bisphenol-A. Dampak Bisphenol-A terhadap kesehatan tubuh dalam jangka panjang sangat membahayakan. Seperti perubahan permanen terhadap organ kemaluan, meningkatnya kadar prostat, kanker payudara & membuat seseorangan menjadi lebih hiperaktif. Salah satu barang yang terbuat dari plastik yang mengandung BIsphenol-A adalah botol susu bayi. Bisphenol-A berpotensi untuk larut bersama susu.

Di dalam wadah plastik, kita mungkin tidak asing lagi dengan sebuah tanda segitiga bertuliskan angka. Angka resebut merupakan kode untuk proses daur ulang atau pemanfaatan kembali dan berkaitan dengan jenis bahan yang digunakan sebagai bahan dasar.

Ada 7 jenis kode plastik yang terdapat di pasaran yang biasa dijumpai. Kode yang pertama (1) adalah untuk jenis plastik yang terbuat dari polyethylene terephthalate (PET). Biasanya dipakai untuk botol plastik yang transparan seperti botol air mineral dan botol jus. Bekas botol air mineral sebaiknya tidak diisi ulang karena jenis plastik ini direkomendasikan untuk sekali pakai. Jika digunakan terlalu sering, maka lapisan polimr pada botol akan meleleh dan mengeluarkan zat karsinogenik yang dapat menyebabkan kanker. Kode yang kedua (2) adalah untuk jenis plastic high densitypolythelene (HDPE). Jenis ini aman untuk digunakan karena kemampuannya untuk mencegah reaksi kimia antara plastik dengan makanan atau minuman yang dikemasnya. Biasanya jenis plastik ini digunakan pada galon air. Kode ketiga (3) terbuat dari polivinil chloride (PVC). Jenis ini sulit untuk didaur dan berbahaya bagi ginjal dan hati..Biasanya terdapat dalam plastik pembungkus atau kertas nasi. Kode keempat adalah low density polyethylene (LDPE). Biasanya digunakan untuk botol-botol yang lembek Bahan ini sulit untuk dihancurkan tetapi baik untuk digunakan karena sulit untuk bereaksi dengan makanan yang dikemasnya. Kode yang kelima (5) adalah polypropylene (PP). Bahan ini digunakan untuk botol bayi dan jenis ini lebih baik daripada jenis lain karena stabil terhadap suhu tinggi dan daya tembus uap yang rendah. Kode yang keenam adalah polystyrene (PS) atau lebih kita kenal dengan styrofoam. Bahan ini berbahaya dan sulit untuk didaur ulang. Kode ketujuh adalah other, biasanya terbuat dari dari styrene acrylonitrile (SAN), acrylonitrile butadiene styrene (ABS), polycarbonate (PC), atau nylon. Bahan ini biasa digunakan pada alat-alat rumah tangga dan alat-alat elektronik. Dengan mengetahui kode-kode yang tertera di dalam kemasan yang terbuat dari plastik maka kita lebih hati-hati dalam menggunakan plastik.

Dampak dari penggunaan plastik diantaranya dapat menyebabkan kanker, gangguan fungsi hati dan ginjal juga apabila plastik dibakar maka asapnya akan menyebabkan gangguan kesuburan pada pria dan wanita. Dampak penggunaan plastik tidak hanya berbahaya bagi tubuh tetapi juga bagi lingkungan. Sampah plastik sulit terurai oleh bakteri pengurai, sehingga jika sudah banyak sampah akan menumpuk dan merusak kandungan unsur hara dalam tanah. Plastik juga dapat membunuh zooplankton dan hal ini akan  berakibat pada ekosistem laut karena terputusnya rantai makanan.

Plastik sangat berbahaya bagi kesehatan dan juga lingkungan sekitar. Sebagai konsumen, hendaknya lebih bersikap bijak dan lebih meminimalisir penggunaanya atau lebih baik lagi kita mencari alternatif lain yang lebih aman seperti mengganti bungkus makanan dengan daun pisang. Apabila terpaksa menggunakan bahan plastik,maka gunakan bahan plastik dengan kode yang aman yaitu 2,4,5, dan 7 (kecuali polycarbonate). Kita juga dapat mendaur ulang sampah plastik agar tidak merusak lingkungan seperti membuat kerajinan dari bahan-bahan plastik bekas. Atau dapat dijadikan bijih plastik sebagi bahan dasar industri plastik.

Plastik memang begitu dekat dengan keseharian kita. Oleh karena itu kita harus lebih berhati-hati dalam menggunakannya.

Referensi :

Autobiografi

Nama lengkap penulis adalah Meri Mustikasari yang lahir di Pandeglang pada 11 Maret 1990. Meri, begitulah panggilan akrabnya, memulai pendidikan formalnya di Taman Kanak-Kanak Kemala Bhayangkari Pandenglang, kemudin melanjutkan ke SD Negeri IV Pandeglang, setelah selesai pendidikan dasarnya, Meri melanjutkan sekolahnya ke Ma’had Daar El Falaah, tetapi tak sampai satu tahun, Meri pindah ke SMP 1 Kr. Tanjung dan  melanjutkan SMA di SMA Negeri 1 Pandeglang dan menamatkan belajarnya disana. Sekarang, beliau sedang menempuh studi S1-nya di Universitas Pendidikan Indonesia jurusan Pendidikan Kimia Fakultas Pendidikan Matematika Dan Ilmu PEngethuan Alam.  Meri adalah anak bungsu dari empat bersaudara dari pasangan E. Syarifudin dan Yeti Sediati.

Blog Stats

  • 27,102 hits

halaman

Pages

June 2009
M T W T F S S
« May    
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
2930  
%d bloggers like this: