Artikel kimia B 2008 UPI's Blog

M. Fauzi Sya’bana (0800521)-Makanan Sebagai Sumber Energi

Posted on: June 4, 2009

Makanan Sebagai Sumber Energi

Lapar. Perasaan inilah yang kita alami saat kita ingin memakan sesuatu. Saat kita lapar, rasa lapar ini memaksa kita agar kita pergi ke warung makan, restoran, tukang gorengan, tukang rujak atau tempat apapun yang menjual makanan. Saat kita memakan makanan yang telah kita dapat, makanan tersebut akan diproses dalam tubuh. Makanan ini adalah bahan utama dalam proses metabolisme katabolik dalam tubuh kita yang disebut dengan respirasi yang nantinya akan menghasilkan energi yang akan kita gunakan dalam kegiatan sehari – hari. Dan hal inilah yang membedakan kita dengan benda tidak hidup, kita melakukan metabolisme.

Makanan yang kita makan memiliki beberapa fungsi, tetapi fungsi utamanya adalah menghasilkan energi. Makanan yang menghasilkan energi biasanya adalah makanan yang mengandung karbohidrat dan lemak. Karbohidrat dan lemak adalah molekul yang sangat kompleks. Oleh sebab itu disederhanakan terlebih dahulu oleh sistem pencernaan menjadi glukosa (C6H12O6) dan gliseril trimiristat (C45H86O6). Barulah molekul – molekul ini yang akan melakukan reaksi pembakaran dengan O2 dan dihasilkanlah energi.

Berikut adalah persamaan termokimia untuk satu mol glukosa:

C6H12O6 (s) + 6 O2 (g) ® 6 CO2 (g) + 6 H2O (l)                    DH° = -2803 kJ

Jadi untuk satu gram glukosa akan menghasilkan energi sebesar 15,6 kJ atau 3,72 kkal. Sedangkan untuk satu mol gliseril trimiristat adalah:

C45H86O6 (s) + 127/2 O2 (g) ® 45 CO2 (g) + 43 H2O (l)       DH° = -27820 kJ

Satu gram lemak tersebut akan menghasilkan 38,5 kJ atau 9,2 kkal. Ini berarti untuk satu gram lemak akan menghasilkan energi dua kali lipat dari glukosa.

Kelebihan energi dari hasil metabolisme di atas akan disimpan sebagai lemak dalam bentuk jaringan. Maka dari itu bagi orang yang terus – menerus makan tapi tidak melakukan banyak aktivitas untuk mengimbanginya, sisa energi tersebut akan terus diubah menjadi lemak yang makin lama akan makin menebal sehingga nantinya akan menyebabkan kegemukan.

Dimana ada manfaat di sana ada sisa. Begitu pula halnya dengan makanaan yang kita makan. Sisa – sisanya akan dikeluarkan melalui sistem pencernaan berupa feses dan melalui sistem ekskresi berupa CO2 dan H2O.

Keterangan:

C. Lambang unsur untuk atom karbon.

H. Lambang unsur untuk atom hidrogen.

O. Lambang unsur untuk atom oksigen.

(s). Dalam fasa padat.

(l). Dalam fasa cair.

(g). Dalam fasa gas.

Termokimia. Kajian tentang perubahan kalor dalam reaksi kimia.

Referensi: Sunarya,yayan. 2007. Kimia Umum. Bandung: Alkemi Grafisindo Press.

Blog Stats

  • 27,102 hits

halaman

Pages

June 2009
M T W T F S S
« May    
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
2930  
%d bloggers like this: