Artikel kimia B 2008 UPI's Blog

Lilis Sulisnawati (0800291)-Senyawa Akrilamida Pada Cireng Isi

Posted on: June 4, 2009

Senyawa Akrilamida Pada Cireng Isi

Siapa yang tidak mengenal makanan yang satu ini.Kota Bandung yang merupakan pencetus cireng isi telah menjadikannya makanan favorit sehari-hariBentuknya yang unik dan beraneka ragam serta rasanya yang lezat,telah menarik perhatian setiap orang untuk mengonsumsinya.Isi cireng isi yang biasa disajikan yaitu ayam pedas,sapi pedas,cincang,kornet,kacang dan keju.Konsumen cireng isi sangat beragam,mulai dari anak-anak hingga dewasa.Cireng isi terbuat dari sagu kering yang mengandung 355 kalori.Didalamnya terkandung 9 gram karbohidrat,0.2 gram protein,0.5 gram serat,10mg kalsium,1.2mg besi,lemak,karoten,tiamin dan asam askorbat dalam jumlah sangat kecil.

Namun dibalik keunggulan tersebut,gorengan cireng isi dapat berpotensi mencetuskan kanker.Hal itu karena dalam proses penggorengan memerlukan suhu yang sangat tinggi yang menyebabkan teurainya minyak akibat pengeluaran air dari karbohidrat yang terkandung dalam cireng isi.Selain itu penggunaan minyak jelantah untuk menggoreng menyebabkan minyak mulai terdegradasi dengan cara memecahkan ikatan trigliserida.Dari perpecahan itu terbentuklah gliserol dan asam lemak bebas yang merupakan lemak tak jenuh.Asam lemak bebas ini akan membentuk radikal bebas reakti dalam tubuh yang akan meningkatkan resiko penyakit degeneratif.

Secara lebih terperinci,hal ini terjadi karena terbentuknya senyawa akrilamida yang terbentuk melalui reaksi millard.Akrilamida adala sejenis senyawa kimia yang tidak berwarna,tidak berbau dan memiliki berat molekul 71.Senyawa ini berupa Kristal putih,meleleh pada suhu 8,5 derajat celcius dan mendidih pada suhu 125 derajat Celsius.Senyawa ini larut dalam air,aseton dan etalolini,pada proses pembakaran menghasilkan zat-zat yang berbahaya bagi kesehatan seperti ammonia,karbonmonoksida(CO) dan nitrogen oksida.Suatu penelitian di Swedia mengungkapkan bahwa jumlah akrilamida yang tinggi yakni lebih dari 2500mikrogram pada suhu penggorengan 190-220 derajat celcius harus diwaspadai.Karena berdasarkan percobaan terhadap tikus,senyawa dengan kapasitas ini menyebabkan tikus percobaan mengalami tumor akut dan gagal jantung dalam waktu beberapa jam.Akrilamida dalam tubuh manusia dapat berpotensi menimbulkan tumor,merusak DNA atau materi genetika dan merusak sistem reproduksi,mengganggu tingkat kesuburan serta mengakibatkan keguguran.

Karena hal inilah sudah sepatutnya kita mengurangi konsumsi goreng-gorengan pada umumnya dan cireng isi pada khususnya.Karena mencegah merupakan hal lebih baik dari pada mengobati.

Referensi :

Blog Stats

  • 27,102 hits

halaman

Pages

June 2009
M T W T F S S
« May    
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
2930  
%d bloggers like this: