Artikel kimia B 2008 UPI's Blog

Lailla Ni’matul Ula (0807602)- Kandungan Zat Besi pada Bayam

Posted on: June 4, 2009

Kandungan Zat Besi pada Bayam

Siapa yang tidak mengenal bayam? Bayam tidak asing lagi di telinga kita karena sayuran yang satu ini terkenal di Indonesia. Sayuran berwarna hijau yang dapat  disajikan dalam berbagai bentuk makanan dan lezat untuk disantap ini ternyata memiliki banyak manfaat. Tampilan fisik bayam memang terlihat sederhana, tetapi tahukah anda? Berdasarkan penelitian, pada tahun 1870 yang dilakukan oleh Dr. E von Wolf, bayam memiliki kandungan besi yang tinggi. Meskipun pada awalnya, sayuran yang berasal dari Amerika dan New Zealand ini di beberapa benua hanya dikenal sebagai tanaman hias tetapi sayuran ini ternyata kaya akan serat, vitamin dan mineral-mineral termasuk zat besi.

Zat besi adalah salah satu komponen yang mempengaruhi seluruh reaksi kimia yang penting di dalam tubuh kita. Salah satunya untuk merangsang pembentukan sel darah merah. Seperti yang kita ketahui, kekurangan zat besi dapat menyebabkan anemia. Selain itu zat besi juga sangat diperluakan untuk perkembangan otak. Zat besi dibutuhkan oleh otak untuk pembentukan meilin atau selubung saraf. Selain itu, zat besi juga banyak berperan dalam sistem biologi, transport oksigen, pembentukan ATP,dan DNA sintesis. Zat besi dalam darah berperan sebagai pembawa oksigen dari paru-paru ke seluruh tubuh. Kandungan zat besi yang dikandung oleh bayam bermanfaat untuk tubuh kita sehingga bayam sangat baik untuk dikonsumsi.

Selain bermanfaat bagi tubuh, kandungan besi dalam sayuran ini dapat membahayakan bagi tubuh kita. Ketahuilah lebih jauh! Ternyata cara memasak sayur bayam harus diperhatikan. Cara memasak bayam dengan di rebus akan menghilangkan sebagian besar air yang dikandung oleh bayam dan air yang hilang tersebut, akan melarutkan zat-zat yang seharusnya berguna bagi tubuh.

Selain itu, apabila kandungan Fe2+ (ferro) terlalu lama kontak dengan O2 dari udara maka Fe2+ akan teroksidasi menjadi Fe3+ (ferri). Meski sama-sama zat besi, ferri bersifat toksik(racun). Fe3+ akan muncul bila sayur bayam yang telah dimasak, dipanaskan kembali.

Bayam juga mengandung zat nitrat (NO3). NO3 yang tereduksi, akan membentuk nitrit (NO2). Nitrit adalah senyawa yang bersifat racun bagi tubuh. Kadar nitrit akan bertambah apabila bayam disimpan lama di lemari es. Nitrit yang berikatan dengan hemoglobin akan menyebabkan hemoglobin tidak dapat mengikat oksigen yang akan dibawa ke seluruh tubuh. Oleh karena itu, gunakan bayam segar untuk dikonsumsi.

Zat besi dalam kandungan bayam dapat bereaksi dengan bahan aluminium dan menghasilkan racun. Oleh karena itu, hindari memasak bayam dengan panci aluminium.  Walaupun kandungan zat besi pada bayam juga dapat membahayakan tubuh, tetapi tidak perlu khawatir. Kelebihan dari zat besi yang dikandung oleh bayam dan kandungan nutrisi lain pada bayam manfaatnya sangat besar untuk tubuh kita. Agar bayam tidak membahayakan tubuh, maka perhatikanlah cara memasak sayur bayam tersebut.

Referensi :

Autobiografi

Lailla Ni’matul Ula.  Lailla lahir di tengah dinginnya malam di sebuah Rumah Bersalin Harapan Ibu Tangerang, pada tanggal 23 Desember 1989. Lailla adalah anak pertama dari tiga bersaudara.

Pendidikan formal dimulai di Taman Kanak-kanak Islam Gunung Jati Tangerang. Dan melanjutkan pendidikannya di SDN Perumnas 1 Tangerang, SMP Negeri 9 Tangerang, dan SMA Negeri 8 Tangerang. Saat ini Lailla berstatus sebagai mahasiswa Pendidikan Kimia , FPMIPA Universitas Pendidikan  Indonesia.

Lailla yang biasa dipanggil dengan sebutan Laa atau ceuceu ini memiliki hobi menyanyi, berenang, dan berorganisasi. Pengalaman organisasi yang pernah dijalani antara lain seksi kesenian dalam OSIS SMP N 9 Tangerang, sebagai wakil ketua OSIS SMA N 8 Tangerang. Dan saat ini Lailla aktif di Himpunan Mahasiswa Kimia FPMIPA UPI.

Blog Stats

  • 27,102 hits

halaman

Pages

June 2009
M T W T F S S
« May    
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
2930  
%d bloggers like this: