Artikel kimia B 2008 UPI's Blog

Desri Sri Wahyuni (0800594)- Vetsin, Bukan Sekedar Lezat dan Gurih

Posted on: June 4, 2009

VETSIN, BUKAN SEKADAR LEZAT DAN GURIH

Zat penyedap pada makanan bukanlah hal baru lagi. Apalagi pada zaman modern ini, produk makanan tidak terlepas dari zat penyedap. Zat penyedap atau yang lebih dikenal dengan vetsin (MSG) ini memang sudah popular pada makanan masyarakat Indonesia seperti bakso, mie ayam, sayur. Bahkan ada yang berpendapat bila makanan tanpa vetsin rasanya kurang enak dan gurih.

Tampaknya dari realitas tersebut, vetsin sudah menjadi bumbu wajib di setiap masakan. Tapi ada yang patut kita pertanyakan “Apakah vetsin sehat dan aman bagi tubuh?”

Vetsin atau Monosodium glutamat (MSG) dengan rumus kimia HCOCH (NH2)2 COONa  merupakan hasil campuran asam glutamat dan natrium hidroksid. MSG dibagi menjadi 2 jenis yaitu MSG alami dan buatan. Sejauh ini, MSG alami aman untuk dikonsumsi sedangkan MSG buatan cenderung berpotensi mendatangkan gangguan kesehatan.

Sebenarnya MSG telah digunakan sejak tahun 1920 di Jepang. Namun karena MSG telah menyebar ke seluruh dunia, para ilmuwan pun mengadakan berbagai percobaan. Pada tahun 1970, Shimizu mengadakan penelitian dengan sampel anak ayam. Shimizu melaporkan bahwa anak ayam tersebut mati setelah MSG dicampurkan pada air minumnya, hal tersebut disebabkan karena adanya kerusakan ginjal. Pada tahun 1973, Greenberg memaparkan bahwa tikus kecil yang diberi pakan MSG, sel-sel darah putihnya berubah menjadi sel-sel kanker. Selain itu, Dr. Iwan T Budiarso melaporkan bila ayam yang sudah besar diberi MSG, ayam tersebut seperti dibius, jalannya tidak normal dan timbul gejala lainnya. Dari hal tersebut dapat disimpulkan bahwa keracunan MSG tergantung pada umur. Semakin muda umur, semakin sensitif.

Menurut Nurhasan, peneliti di PIRAC (Public Interest Research and Advocacy Center) “Penggunaan MSG sangat berisiko pada bayi dan anak-anak”. Fakta menunjukkan, di Amerika dan Singapura telah diberlakukan larangan penggunaan MSG pada produk makanan bayi dan anak-anak.

Lalu bagaimana dengan nasib bayi dan anak Indonesia yang diberi makanan yang mengandung vetsin?. Dan apakah ada batasan penggunaan vetsin yang aman?

Sampai sekarang belum ada batasan yang pasti mengenai penggunaan vetsin. Namun badan PBB yang menangani kesehatan (WHO) merekomendasikan bahwa MSG yang terdapat pada makanan sehari-hari, hanya dapat digunakan paling banyak 6mg/kg berat badan manusia dewasa.

Bila MSG dikonsumsi secara berlebihan akan menimbulkan gejala yang sering disebut “sindrom restauran cina”. Gejalanya seperti sakit kepala, mual, sesak napas dan mudah letih. Selain itu, MSG juga memicu hipertensi, asma, kanker, diabetes, kelumpuhan dan penurunan kecerdasan.

Untuk meminimalisasi dampak negatif dari vetsin (MSG), sebaiknya kita membatasi penggunaan vetsin terutama pada makanan bayi dan ibu hamil. Serta kita harus mengonsumsi makanan yang bergizi dan bernutrisi seimbang. Bila kita ingin menambah rasa sedap dan gurih pada masakan, kita dapat mengganti vetsin dengan gula atau bumbu tradisional lainnya yang melimpah ruah di negeri Indonesia. Oleh karena itu, perlu diingat bahwa makanan lezat belum tentu sehat dan bermanfaat.

Referensi :

Autobiografi

Desri Sri Wahyuni lahir di Majalengka,27 Juni 1990 ini merupakan anak kelima dari lima bersaudara. Sekarang sedang menapaki dunia perkuliahan di Universitas Pendidikan Indonesia jurusan pendidikan kimia. Dulunya bersekolah di SDN 1 Sutawangi, SMPN 1 Jatiwangi dan SMA 1 Jatiwangi memiliki cita-cita ingin menjadi pemenang kehidupan, tak sekedar pemain apalagi penonton kehidupan dan bertekad menjadi yang terbaik di antara yang terbaik. Aamiin. Satu pesan dari penulis. “Hargailah diri sendiri jika ingin dihargai orang lain”

Blog Stats

  • 27,102 hits

halaman

Pages

June 2009
M T W T F S S
« May    
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
2930  
%d bloggers like this: