Artikel kimia B 2008 UPI's Blog

Siti Orbitha Rachmaniati (0800643)-Vetsin: 2 Sisi yang Berbeda

Posted on: May 24, 2009

Vetsin : Dua Sisi yang Berbeda

Pada umumnya, masyarakat enggan menggunakan vetsin dalam memasak makanan dikarenakan efek yang ditimbulkan cenderung negatif. Namun, ternyata vetsin mengandung zat yang merupakan protein dalam tubuh.

Banyak orang menganggap bahwa vetsin, sebagai bumbu masak yang memberikan rasa gurih pada makanan, dapat menurunkan fungsi kerja otak. Oleh karena itu, mereka enggan menambahkan bumbu masak ini pada masakan mereka. Selain itu, beberapa orang merasakan pusing dan mual setelah menyantap makanan yang mengandung vetsin. Fenomena ini diperkuat dengan adanya laporan bahwa banyak orang yang menunjukkan gejala alergi setelah menyantap makanan di restoran Cina. Gejala alergi tersebut dimulai dengan rasa kesemutan pada punggung dan leher kemudian bagian rahang bawah dan lengan menjadi panas. Gejala lain yang timbul antara lain sesak nafas, pusing kepala dan berkeringat dingin. Gejala-gejala ini dikenal dengan nama Chinese Restaurant Syndrome (Sindrom Restoran Cina). Diduga gejala alergi tersebut timbul akibat penambahan vetsin ke dalam masakan.

Beberapa penelitian mengenai pengaruh vetsin terhadap kesehatan telah dilakukan. Diantaranya dengan menggunakan unggas sebagai hewan percobaan. Pemberian vetsin pada air minum unggas (misalnya anak ayam) menyebabkan anak ayam tersebut mati dan ditemukan kerusakan pada ginjalnya. Kerusakan ginjal tersebut merupakan akibat dari ketidakmampuan ginjal untuk menyerap zat-zat yang terkandung dalam vetsin.

Kandungan zat dalam vetsin yang terbesar adalah asam glutamat yang terdapat dalam bentuk garamnya, salah satunya yaitu natrium glutamat. Natrium glutamat ini lebih dikenal dengan nama monosodium glutamat (MSG), yang merupakan hasil campuran dari asam glutamat dengan suatu basa kuat yaitu natrium hidroksida (NaOH). Asam glutamat dibuat dari gula tetes (Melase), yaitu sisa gula tebu yang sudah tidak dapat menjadi kristal. Artinya, gula tebu yang dilarutkan dalam air atau pelarut lain, masih terdapat dalam bentuk cair setelah sebagian besar gula menjadi padatan. Kemudian air gula tersebut menetes dan tetesannya ditampung untuk direaksikan dengan pereaksi lain.

Terlepas dari efek negatif penggunaan vetsin, asam glutamat yang terkandung dalam vetsin merupakan salah satu asam amino terbesar dalam tubuh manusia. Asam amino merupakan bahan penyusun protein. Jadi, asam glutamat yang terkandung dalam vetsin ternyata merupakan salah satu protein yang diperlukan oleh tubuh kita. Asam glutamat diperlukan untuk berbagai proses metabolisme tubuh, terutama di dalam otak. Asam glutamat akan meningkatkan transmisi sinyal respon dalam otak sehingga mempermudah penyampaian respon dari sel sensorik ke otak. Dan hal inilah yang diyakini oleh sebagian orang bahwa vetsin dapat meningkatkan kecerdasan otak.

Apabila kita berbicara vetsin sebagai penyedap makanan, maka yang perlu diperhatikan ialah dosis penggunannya. MSG yang terkandung dalam vetsin memiliki ambang batas pemakaian yakni dua sampai tiga gram per hari. Jika lebih dari lima gram per hari, maka gejala alergi yang telah disebutkan sebelumnya mungkin saja akan terjadi. Artinya, pemakaian vetsin ini aman, asalkan sesuai dengan standar makanan sehat dan tidak berlebihan. Sedangkan, apabila berbicara mengenai zat utama yang terkandung dalam vetsin, yaitu asam glutamat, maka akan berhubungan dengan peranan positif yang dilakukannya pada otak. Sekarang tergantung bagaimana Anda menyikapi dua sisi berbeda dari vetsin itu sendiri. Manakah yang akan Anda pilih??

Referensi :

Autobiografi

Siti Orbitha Rachmaniati dilahirkan di Denpasar (Kabupaten Badung) pada tanggal 29 April 1991, merupakan anak ketiga dari empat bersaudara dari pasangan Rd. Zainal Arifin dan R. Tuty Kurniati (Alm.). Pendidikan formal pertama diawali di TK Kartika I Kabupaten Garut pada tahun 1995 – 1996 kemudian dilanjutkan di SD Negeri I Ciledug Garut pada tahun 1996 – 1999. Tahun 1999-2002, pindah sekolah ke SD Negeri III Ranggalawe Garut. Kemudian melanjutkan studi di SMP Negeri 1 Garut pada tahun 2002 – 2005. Setelah menempuh SMP, dilanjutkan ke SMA Negeri 3 Tarogong Kidul Garut pada tahun 2005 – 2008. Setelah lulus SMA, pada tahun 2008 diterima di Universitas Pendidikan Indonesia  melalui jalur PMDK dan terdaftar sebagai mahasiswa Jurusan Pendidikan Kimia, Fakultas Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam.

Prestasi yang pernah diraih diantaranya, peringkat pertama sejak kelas empat sampai enam SD, peringkat pertama selama tiga tahun berturut-turut di SMA, dan peringkat ke-13 Olimpiade Sains tingkat Kabupaten tahun 2007. Aktivitas yang sedang dijalani sekarang diantaranya, pengurus BEM HMK FPMIPA UPI sebagai sekretaris Lembaga Khusus CES, anggota KOPMA Bumi Siliwangi UPI, dan anggota Lembaga Khusus KSI HMK FPMIPA UPI.

Blog Stats

  • 27,102 hits

halaman

Pages

May 2009
M T W T F S S
    Jun »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031
%d bloggers like this: